Materi Tenis Meja untuk Mapel PJOK Kelas 7
Materi Pembelajaran PJOK: Tenis Meja (Kelas 7)
Panduan Lengkap Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, Peralatan, dan Peraturan Permainan
1. Pengertian Tenis Meja
Tenis meja adalah cabang olahraga yang dilakukan oleh dua orang pemain (tunggal) atau dua pasang pemain (ganda) secara berhadapan dengan menggunakan bola kecil, bet dari kayu yang dilapisi karet, dan lapangan permainan berupa meja.
Induk organisasi olahraga tenis meja (atau yang dikenal juga dengan nama ping pong) adalah:
- ITTF (International Table Tennis Federation) untuk tingkat dunia.
- PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) untuk tingkat nasional.
2. Sejarah Tenis Meja
Permainan tenis meja sudah dikenal di Inggris sejak abad ke-19. Ketika itu, tenis meja dikenal dengan sebutan ping pong, gossima, atau whiff whoff. Nama ping pong dipakai hampir di seluruh negara sampai sebuah perusahaan asal Inggris, J. Jaques and Son, Ltd., menjadikannya merek dagang pada tahun 1901. Sejak itu, nama ping pong hanya digunakan jika menggunakan peralatan dari Jaques, sedangkan perusahaan lain menamakannya table tennis. Pada masa itu, permainan ini sering dimainkan di dalam ruangan setelah makan malam oleh kalangan kelas atas.
Perkembangan Peralatan & Organisasi:
- Awalnya: Peralatan berupa meja, sebaris buku sebagai net, bola golf, dan dua buah buku sebagai pemukul.
- Tahun 1901: James W. Gibb menemukan bola seluloid. E.C. Goode membuat bet versi modern dengan menambahkan lapisan karet berbintik-bintik pada papan kayu.
- Tahun 1921 & 1926: Berdirinya Table Tennis Association (TTA) di Inggris (1921), diikuti pembentukan ITTF (1926). Kejuaraan dunia pertama diadakan di London pada tahun 1926.
- Tahun 1950: S.W. Hancock, Ltd. memperkenalkan bet baru berbahan kayu dilapisi spons di bagian dasar.
- Perkembangan Masuk Kejuaraan: Pertama kali dilombakan di Indonesia pada PON I di Solo (1948), serta resmi diperbandingkan di Olimpiade Seoul, Korea Selatan (1988).
3. Teknik Dasar Permainan
A. Teknik Memegang Bet (Grip)
- Shakehand Grip: Memegang bet seperti sedang berjabat tangan. Populer di Eropa dan memungkinkan penggunaan kedua sisi bet untuk memukul.
B. Posisi Tubuh & Gerakan Kaki (Stance & Footwork)
Posisi tubuh terdiri dari sikap bersiap siaga (stance) dan gerakan kaki (footwork).
Metode Two-Steps Footwork:
- Lutut sedikit ditekuk, berat badan dibagi rata pada kedua kaki dan ditumpukan pada ujung kaki.
- Jika melangkah ke kiri, kaki kiri digeser ke arah kiri dan berat badan dibebankan ke kaki kiri, lalu diikuti kaki kanan.
- Jika akan melakukan pukulan forehand, tarik kaki kanan ke belakang sehingga badan siap dalam posisi awal pukulan.
- Setelah memukul, perhatikan arah bola dan kembalilah ke posisi awal.
C. Teknik Memukul
Tenis meja mengenal dua jenis pukulan utama, yaitu forehand dan backhand, yang dapat dilakukan secara lurus maupun menyilang meja.
Perhatikan Gambar dibawah ini:
D. Servis
Servis adalah teknik memukul untuk menyajikan bola pertama ke dalam permainan dengan memantulkan bola terlebih dahulu ke meja sendiri, melewati net, dan memantul di meja lawan.
Langkah Melakukan Servis Resmi:
- Bola diletakkan di atas telapak tangan yang terbuka dan diam.
- Lambungkan bola secara vertikal ke atas tanpa putaran minimal setinggi 16 cm.
- Saat bola turun, pukul hingga menyentuh meja sendiri terlebih dahulu sebelum melewati net ke meja lawan.
- Bola tidak boleh dihalangi dari pandangan penerima servis.
Macam-Macam Servis:
- Forehand Topspin: Berdiri di meja bagian kanan menghadap sektor kiri lawan, lambungkan bola 16 cm dan pukul dengan siku ditekuk 90 derajat.
- Backhand Topspin: Berdiri di tengah meja, dekatkan bet ke pinggang sebelah kiri, lalu pukul bola saat melambung.
- Backhand Backspin: Berdiri di tengah meja, dekatkan bet ke pinggang kiri, lalu pukul bola dengan usahakan tidak terlalu tinggi agar pantulan tidak melambung.
E. Smash & Spin
Smash: Pukulan keras dan tajam ke arah daerah lawan untuk mengeksekusi bola lambung (lob).
Spin: Pukulan dengan memiringkan bet untuk menghasilkan putaran bola:
- Topspin: Menghasilkan putaran bola ke depan dengan laju parabolik.
- Backspin: Menghasilkan gerakan bola memutar ke atas/kebelakang sehingga jatuh melamban dan berputar balik.
- Sidespin: Menyapu bola dalam gerakan menyamping.
4. Peralatan Tenis Meja
| Peralatan | Spesifikasi & Ukuran Standar |
|---|---|
| Bet | Daun bet minimal 85% terbuat dari kayu. Lapisan perekat dapat diperkuat serat karbon/kaca max 7.5% atau 0.35 mm. Ketebalan karet bintik tanpa spons max 2 mm, sedangkan dengan spons (sandwich) max 4 mm. |
| Meja |
• Panjang: 274 cm | Lebar: 152,5 cm | Tinggi: 76 cm • Tebal garis sisi: 2 cm | Luas: 4,1785 m² • Pantulan bola harus setinggi 23 cm saat dijatuhkan dari ketinggian 30 cm. |
| Net |
• Panjang: 183 cm | Tinggi: 15,25 cm • Batas perpanjangan tiang di luar meja: 15,25 cm. |
| Bola | Terbuat dari selulosa, diameter 40 mm, berat 2,7 gram. Warna putih/oranye. Bintang 3 menunjukkan kualitas tertinggi untuk turnamen resmi. |
5. Peraturan Ringkas
- Pemain memukul bola menggunakan bet dan wajib melakukan servis secara sah.
- Pada permainan ganda, pengembalian bola dilakukan secara bergantian antar pasangan.
- Syarat Terjadinya "Let" (Reli Diulang):
- Bola menyentuh net saat servis lalu masuk ke daerah lawan.
- Servis dilakukan saat penerima belum siap.
- Wasit menghentikan permainan karena gangguan luar.
Posting Komentar untuk "Materi Tenis Meja untuk Mapel PJOK Kelas 7"